Aktivitas yang Mampu Meningkatkan Kemampuan Otak

Seiring bertambahnya waktu kemampuan otak mengalami penurunan, apalagi pada usia senja. Untuk mencegahnya, ada kebiasaan sehari-hari yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan otak.

Salah satu tanda dari menurunnya kemampuan otak berkaitan dengan daya ingat—Anda jadi sering lupa. Meski sepele, tetapi gangguan daya ingat yang ditandai dengan keluhan lupa bisa jadi tanda awal dari demensia, lo! Demensia terjadi akibat dari menurunnya fungsi daya ingat.

Faktor usia diketahui menjadi faktor utama menurunnya kemampuan otak, meski bisa juga dipengaruhi faktor lainnya seperti gaya hidup dan lingkungan.

Untuk menjaga kemampuan otak, khususnya daya ingat, Anda harus tetap mengasahnya. Selain dengan metode mengingat mnemonik, tapi yang paling penting adalah kebiasaan gaya hidup yang baik dan strategi untuk memproses informasi baru dapat meningkatkan cara kerja memori.

 

Untuk bisa menjaga dan meningkatkan kemampuan otak, Anda bisa mulai menerapkan hal-hal di bawah ini sebagai kebiasaan.

1. Tidur cukup tiap malam

Menurut sebuah penelitian dalam “Journal of the American Geriatric Society” tahun 2014, orang yang tidur minimal 7 jam setiap harinya memiliki ingatan yang lebih baik daripada mereka yang kurang dari 7 jam. Ini mungkin jumlah yang tepat bagi otak untuk melalui perubahan kimia yang diperlukan untuk mengintegrasikan keterampilan atau fakta baru ke dalam memori jangka panjang.

“Terdengar klise, tetapi waktu tidur yang demikian sangat penting untuk daya ingat,” kata dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter membenarkan.

“Saat tidur malam, tubuh memproduksi hormon yang berfungsi meregenerasi sel, termasuk di otak. Pada saat yang sama, otak juga ‘merapikan’ dan ‘mengelompokkan’ memori dari kejadian yang dialami sepanjang hari, sehingga memori tersebut bertahan lama di otak,” jelasnya

2. Tidur siang

Bukan cuma tidur malam yang bisa membantu memperkuat ingatan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Sleep” tahun 2008 membuktikan bahwa tidur siang singkat bisa meningkatkan daya ingat.

Selain itu, penelitian dalam jurnal “Neurobiology of Learning and Memory” tahun 2015 juga punya hasil serupa. Partisipan diberikan kata-kata yang tak berhubungan untuk diingat, dan setelahnya, satu grup tidur siang dan grup lainnya menonton video. Hasilnya, grup yang tidur siang memiliki peningkatan lima kali lipat dalam memori asosiatif (kemampuan untuk mengingat hubungan antara hal-hal yang tidak berkaitan) dibandingkan dengan grup yang menonton video.

3. Olahraga rutin

Fisik dan mental sangat terhubung, sehingga olahraga dapat menjaga otak tetap tajam dengan cara mencegah penyakit-penyakit yang berdampak pada daya ingat seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Studi dalam jurnal “Frontiers in Aging Neuroscience” tahun 2013 menemukan peningkatkan dalam proses belajar, daya ingat, dan konsentrasi secara langsung setelah olahraga aerobik.

“Olahraga yang baik untuk meningkatkan daya ingat jenis aerobik seperti jalan cepat, joging, berenang, dan senam,” kata dr. Resthie.

4. Meditasi

Meditasi rutin mampu meningkatkan daya ingat dan mengusir potensi pikun pada usia senja.

Pada sebuah studi, sekelompok lansia dengan demensia atau pikun diminta untuk melakukan meditasi secara rutin, juga dibarengi dengan diet sehat, olahraga, stimulasi mental, dan aktivitas sosialisasi. Hasilnya, partisipan melaporkan adanya peningkatan daya ingat. Secara ilmiah, meditasi yang dilakukan ternyata juga mampu menambah panjang telomerase DNA hingga 43 persen.

5. Mengobrol dengan teman

“Mengobrol dengan teman, baik secara langsung atau melalui telepon, sangat bermanfaat untuk melatih otak. Sebuah studi di AS menemukan bahwa lansia yang memiliki komunitas untuk berkomunikasi lebih jarang mengalami demensia,” kata dr. Resthie.