Hati-Hati Jarang Sarapan Bisa Memicu Sakit Mag

Sarapan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk tubuh. Meski begitu, tak sedikit orang yang masih acuh dengan sarapan. Mungkinkan Anda salah satunya? Waspdalah, melewatkan sarapan bisa memicu penyakit mag, lho!

Faktanya, saat bagun tidur di pagi hari, kondisi perut Anda benar-benar kosong. Ini karena tubuh telah mencerna habis sisa-sisa makanan untuk diubah menjadi energi, yang Anda gunakan untuk tidur selama kurang lebih 8 jam.

Nah, apabila setelah bangun tidur Anda malah melewatkan waktu sarapan, produksi asam lambung akan meningkat. Hal inilah yang pada akhirnya bisa memicu terjadinya perut kembung, rasa panas seperti terbakar di dada, dan nyeri perut di sekitar ulu hati.

Tetap harus perhatikan menu sarapan

Tidak sarapan bisa meningkatkan risiko terjadinya mag. Begitu pula apabila Anda sarapan, namun dengan menu yang tidak tepat. Dengan kata lain, meski rutin sarapan pagi, Anda tetap berisiko terkena mag apabila mengonsumsi menu yang tidak tepat.

Menu sarapan tidak tepat yang dapat memicu terjadinya mag, antara lain:

  • Makanan berlemak. Makanan tinggi lemak sulit dicerna oleh tubuh, sehingga proses pengosongan lambung menjadi lebih lambat dan mudah memicu peningkatan asam lambung.
  • Makanan pedas. Makanan pedas dapat memicu peningkatan asam lambung. Bagi orang yang sudah mag, konsumsi makanan pedas saat sarapan dapat memperparah kondisi yang sudah ada.
  • Minuman mengandung kafein dan soda. Minuman mengandung kafein atau soda dapat memcu produksi asam lambung, apalagi bila dikonsumsi saat kondisi perut sedang kosong.
  • Susu tinggi lemak. Bukannya baik, konsumsi susu tinggi lemak saat sarapan justru bisa memicu terjadinya penyakit mag. Hal ini terjadi karena susu tinggi lemak banyak memiliki kandungan laktosa. Pada beberapa orang, laktosa dapat memicu perut kembung dan memicu terjadinya peningkatan asam di lambung.