Bayi Tidur

Mitos tentang Tidur Bayi Yang Berkembang Di Masyarakat

Setiap bayi lahir memang memiliki durasi tidur yang panjang. Urusan tidur bayi ini memang sering kali dapat membuat orang tua bingung. Ada beberapa mitos yang beredar dan membuat galau orang tua. Yuk, kenali mana yang mitos dan mana yang fakta tentang tidur si Kecil.
Mitos penting seputar tidur bayi

Berikut ini adalah beberapa mitos tentang bayi yang berkaitan dengan kebiasaan tidur. Beberapa di antaranya mungkin pernah Anda dengar.

1. Tidur bayi yang baik adalah tidur yang pulas

Faktanya, tidur bayi biasanya jarang pulas. Karena meskipun bayi baru lahir tidur cukup lama, namun bayi juga akan sering terbangun. Hal ini diakibatkan karena fase tidur mereka adalah fase tidur REM (Rapid Eye Movement).

Fase tidur ini biasanya ditandai si Kecil gelisah, terkadang seperti kaget, dan banyak suara. Ketika hal ini terjadi, maka sangat mungkin bayi sedang dalam fase tidur REM. Dengan mengangkat atau menggendong si Kecil, kemungkinan malah mengganggu tidurnya dan menyebabkan ia terbangun.

Cobalah untuk menunggu sebentar apakah si Kecil akan tertidur kembali atau kemudian menangis dengan konstan. Biasanya bayi menangis menunjukkan bahwa ia lapar atau butuh ditenangkan.

2. Tidur tengkurap atau menyamping adalah yang terbaik

Faktanya, posisi tidur yang terbaik berdasarkan rekomendasi para ahli adalah dengan tidur terlentang untuk mencegah terjadinya Sudden Death Infant Syndrome (SDIS) atau terjadinya henti napas pada saat tidur tengkurap.

Hal ini dapat terjadi karena pada bayi masih terdapat fase ketika napas bayi memang terhenti sesaat ketika tidur. Tidur terlentang dapat menghambat pengembangan rongga dada untuk memulai bernapas kembali.

Untuk itu, rekomendasi terbaik dari para ahli adalah untuk tidur terlentang, dan tengkurap pada saat bermain untuk menstimulasi gerak motorik.

Selain itu, untuk mencegah kepala yang rata karena tidur telentang, maka orang tua perlu mengganti-ganti posisi kepala si Kecil saat tidur, mengarah ke kiri dan ke kanan. Tidur terlentang seperti ini berlaku selama 1 tahun pertama untuk keamanan si Kecil.

3. Memotong tidur siang diperlukan agar tidur malam lebih baik

Faktanya, bayi yang dipaksa untuk tidak tidur siang dengan cukup dan terus dibangunkan akan menjadi terlalu lelah pada malam hari. Akibatnya bayi makin sulit untuk tenang dan sulit untuk tidur di malam hari.

Jadi, tidur pada siang hari tidak menjadi masalah. Terlebih pada saat bayi baru lahir, jumlah tidur siangnya sama dengan tidurnya di malam hari. Ketika orang tua ingin melatih si Kecil untuk tidur lebih lama pada malam hari, sedikit demi sedikit batasi durasi tidur si Kecil di siang hari bantu.

Namun, membuat si Kecil tidak tidur siang sama sekali atau hanya tidur sebentar saja justru dapat membuat si Kecil menjadi terlalu lelah.

4. Tidur harus di tempat tidur

Faktanya, bayi dapat tertidur di mana saja, termasuk dalam gendongan dan pelukan orang tuanya. Bahkan, karena bayi terbiasa berada di dalam rahim ibu dengan segala gerakan dan goyangannya, maka setelah lahir, bayi dapat merasa lebih tenang ketika digendong, dibedong, atau diayun-ayun. Dengan merasa lebih tenang, maka bayi dapat menjadi lebih cepat tidur.

Selain beberapa fakta yang disebutkan di atas, ditemukan juga bahwa bayi yang terpapar dengan sinar matahari sore ternyata dapat tidur dengan lebih baik di malam hari.

Kini Anda telah mengetahui mitos apa saja yang berkembang di masyarakat seputar kebiasaan tidur bayi. Agar perkembangan otak bayi optimal, biasakan untuk memenuhi kebutuhan istirahat si Kecil, dengan melakukan tips yang disarakankan di atas.

Diet Mediterania

Cara Menjalani Diet Mediterania

Diet Mediterania adalah diet yang diadaptasi dari pola makan penduduk yang tinggal di kawasan Mediterania. Beberapa penelitan sudah membuktikan bahwa pola makan ini bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Yuk, simak artikel berikut ini untuk mengetahui berbagai manfaat dan cara menjalani diet mediterania.

Olahan masakan Mediterania memang bervariasi menurut wilayah dan negaranya, namun sebagian besar menu Mediterania berfokus pada konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan lemak sehat.

Diet ini juga melibatkan sumber protein hewani yang sehat, seperti daging ayam tanpa kulit dan ikan. Daging merah juga termasuk dalam pola makan Mediterania. Hanya saja, harus dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan lebih jarang.

Beragam Manfaat Diet Mediterania

 

Menerapkan Diet Mediterania diyakini dapat menurunkan risiko Anda untuk terkena beberapa penyakit kronis, lho. Berikut ini adalah beragam manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari pola makan Mediterania:

1. Mengurangi risiko penyakit jantung

Jika Anda sedang mencari pola makan yang baik untuk kesehatan jantung, diet Mediterania adalah pilihan tepat. Orang yang rutin mengikuti diet Mediterania terbukti memiliki risiko lebih kecil untuk terkena penyakit jantung.

Hal ini karena pola makan Mediterania dapat menekan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh. Ini berkat pola makan Mediterania yang menekankan konsumsi serat, protein, antioksidan, dan lemak sehat omega-3.

2. Mengurangi risiko terkena stroke

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang melakukan diet Mediterania lebih kecil kemungkinannya untuk terkena stroke. Efek ini diduga karena diet Mediterania dapat menurunkan kadar kolesterol dan menambah asupan antioksidan.

3. Mencegah penyakit Alzheimer

Berbagai riset kesehatan telah mengungkapkan bahwa pola makan Mediterania dapat mengurangi risiko terjadinya penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir seiring bertambahnya usia, sehingga terhindar dari penyakit Alzheimer.

Hal ini berkat makanan bernutrisi tinggi dan kaya antioksidan pada diet Mediterania yang dapat membantu menjaga fungsi dan kesehatan otak.

4. Menurunkan berat badan

Diet Mediterania yang menekankan asupan kaya protein, serat, dan lemak sehat terbukti bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal.

Selain itu, asupan makanan yang banyak dikonsumsi pada diet Mediterania juga umumnya mengandung rendah kalori, sehingga baik untuk mengontrol berat badan.

5. Mencegah diabetes tipe 2

Diet Mediterania menekankan orang yang menjalaninya untuk banyak mengonsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan lemak sehat. Asupan makanan tersebut banyak mengandung serat, karbohidrat kompleks, dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Efek ini baik untuk mencegah diabetes tipe 2 dan membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

6. Mengurangi peradangan

Salah satu manfaat diet Mediterania yang sudah terbukti adalah kemampuannya dalam mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Diet ini bermanfaat untuk meringankan gejala penyakit peradangan, seperti rheumatoid arthritis. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi, sehingga menimbulkan rasa sakit serta bengkak di persendian.

Selain manfaat di atas, diet Mediterania juga dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya kanker dan depresi. Namun, manfaat diet mediterania untuk mencegah atau mengobati kedua kondisi ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Panduan Menjalani Diet Mediterania

Jika Anda ingin mengganti pola makan biasa Anda ke pola makan Mediterania, sebaiknya lakukan secara bertahap. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan selama menjalani diet Mediterania:

1. Perbanyak konsumsi sayur dan buah

Dalam diet Mediterania, asupan sayur dan buah yang perlu dikonsumsi adalah sekitar 5-8 porsi per hari. Satu porsi buah dan sayuran setara dengan setengah piring setiap kali makan.

Selain buah dan sayur, diet ini juga menekankan konsumsi biji-bijian utuh. Makanan yang diolah dari biji-bijian ini meliputi roti gandum, sereal, dan pasta.

2. Kurangi konsumsi lemak tidak sehat

Orang yang menjalani diet Mediterania perlu mengurangi asupan lemak tidak sehat, seperti lemak trans dan lemak jenuh. Sebagai pengganti minyak goreng, margarin, atau minyak masak lainnya, gunakanlah minyak zaitun.

3. Konsumsi protein secara rutin

Salah satu himbauan dalam diet Mediterania adalah konsumsi protein. Asupan protein ini bisa diperoleh dengan mengonsumsi ikan dua kali dalam seminggu. Namun ingat, masaklah ikan dengan cara dibakar, dikukus, atau direbus, bukan digoreng.

Anda juga bisa mengonsumsi daging merah, tapi batasi porsi dan frekuensinya. Ketimbang daging merah, sumber protein hewani yang lebih disarankan adalah ikan atau daging ayam tanpa lemak.

4. Pilih camilan sehat

Dalam diet Mediterania, Anda juga boleh mengonsumsi makanan ringan. Akan tetapi, pilihan camilan yang disarankan adalah buah kering atau buah-buahan segar, serta kacang-kacangan yang diolah tanpa tambahan garam.

Dalam diet Mediterania, Anda juga dianjurkan untuk:

Mengonsumsi susu, yoghurt rendah lemak, dan keju dalam jumlah sedikit.
Minum air putih sebanyak 6-8 gelas sehari.

Mengurangi konsumsi alkohol.

Kesimpulannya, diet Mediterania membebaskan Anda untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan. Namun, Anda perlu mengontrol porsinya dan mengutamakan asupan buah dan sayur.

Untuk memastikan apakah diet Mediterania cocok bagi Anda, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani diet ini.

Makanan Bervitamin C Tinggi

Vitamin C memiliki banyak manfaat, mulai dari melindungi tubuh terhadap serangan penyakit hingga menjaga keremajaan kulit. Namun perlu diingat, vitamin C alami dari makanan jauh lebih dianjurkan daripada suplemen. Agar asupannya cukup, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C tinggi, secara rutin.

Mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin C adalah cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda akan vitamin ini. Vitamin C bisa didapatkan dari buah-buahan dan sayuran segar, dengan kadar yang berbeda-beda. Beberapa jenis buar dan sayur memiliki kadar vitamin C yang tinggi.

Buah yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Pada orang dewasa, jumlah asupan vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 75 – 90 mg per hari. Untuk bisa mencukupinya, Anda perlu mengonsumsi beragam makanan sumber vitamin C, khususnya buah-buahan dengan kadar vitamin C yang tinggi, yaitu:

1. Jambu biji

Salah satu buah yang dikenal kaya akan vitamin C adalah jambu biji. Dalam sebuah jambu biji terkandung sekitar 125 miligram vitamin C. Jumlah tersebut setara dengan 140% dari angka kebutuhan vitamin C harian.

2. Jeruk

Satu buah jeruk mengandung kurang lebih 70 miligram vitamin C. Jumlah tersebut sudah mencukupi kebutuhan vitamin C per harinya. Selain dimakan utuh, jeruk juga bisa diolah menjadi minuman segar, seperti jus jeruk. Dalam setiap cangkir jus jeruk, setidaknya terdapat 125 miligram vitamin C.

3. Pepaya

Satu mangkuk saji atau sekitar 150 gram buah pepaya mengandung sekitar 90 miligram vitamin C. Jumlah ini jelas sudah mencukupi asupan vitamin C harian yang dianjurkan. Buah yang umum ditemukan di Indonesia ini juga dipercaya mampu mencegah demensia dan kanker, sekaligus dapat menyehatkan saluran cerna dan memperkuat daya tahan tubuh.

4. Stroberi

Satu mangkuk saji atau 150 gram buah stroberi mengandung sekitar 90 miligram vitamin C. Stroberi juga mengandung antioksidan tinggi berupa antosianin (zat warna alami pada sayur dan buah).
5. Cabe merah

Buah yang sering dikira sayur ini merupakan salah satu bumbu masakan yang sangat umum dikonsumsi di Indonesia. Siapa sangka, cabe merah ternyata mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Dalam satu cangkirnya (sekitar 80 gram), terkandung sekitar 100 mg vitamin C.

Selain buah-buahan tersebut, masih banyak buah lain yang juga mengandung vitamin C tinggi, antara lain:

1 buah mangga, mengandung sekitar 120 miligram vitamin C.
1 buah nanas, mengandung sekitar 80 miligram vitamin C.
1 buah kiwi, mengandung sekitar 65 miligram vitamin C.
1 buah lemon, mengandung sekitar 85 miligram vitamin C

Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Tidak hanya dari buah-buahan, vitamin C juga dapat diperoleh dari sayuran. Berikut ini adalah daftar sayuran yang mengandung vitamin C tinggi:

Brokoli

Satu mangkuk brokoli hijau yang sudah dipotong-potong mengandung 80 miligram vitamin C. Setelah dimasak, kandungan vitamin C dalam brokoli memang akan berkurang menjadi 50 miligram, tetapi angka ini masih menjadikan brokoli sebagai sumber vitamin C yang baik.

Kembang kol

Sayur yang mirip dengan brokoli ini juga merupakan sumber vitamin C, meskipun kadarnya tidak setinggi kandungan vitamin C dalam brokoli. Dalam semangkuk kembang kol mentah, terdapat sekitar 50 mg vitamin C.

Bayam

Dalam semangkok bayam (sektiar 30 gram), terdapat 8,5 mg vitamin C. Kandungan vitamin C bayam memang tidak sebanyak kandungan vitamin C kedua sayuran sebelumnya, namun bayam tidak boleh diremehkan. Sayuran ini mengandung banyak nutrisi penting, yaitu vitamin A, vitamin K, folat, kalium, dan zat besi. Kandungan nutrisi ini menjadikan bayam sebagai sayuran yang layak untuk dikonsumsi rutin.

Selain sayuran-sayuran di atas, tanaman tertentu, seperti daun kenikir, juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Berbagai manfaat vitamin C bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C tinggi. Untuk mencegah kekurangan vitamin C, pastikan setiap harinya Anda mengonsumsi buah dan sayur sumber vitamin C dengan porsi yang cukup, sesuai jumlah kebutuhan harian yang direkomendasikan.

Sumber Antioksidan

Sumber Antioksidan dan Manfaar Untuk Tubuh

Manfaat antioksidan bagi tubuh adalah untuk melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Untuk bisa memperoleh manfaat tersebut, Anda perlu mengonsumsi beragam sumber makanan yang mengandung antioksidan.

Radikal bebas adalah zat yang terbentuk secara alami saat terjadi proses metabolisme di dalam tubuh. Selain itu, zat ini juga bisa berasal dari luar tubuh, misalnya dari polusi, asap rokok, pestisida, atau obat-obatan.

Radikal bebas dapat merusak susunan DNA sel, meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, menyebabkan peradangan, dan melemahkan daya tahan tubuh. Paparan radikal bebas secara berlebihan dan terus-menerus bisa meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini dan beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, dan demensia.

Oleh sebab itu, tubuh memerlukan antioksidan untuk melawan efek dari paparan radikal bebas tersebut. Beberapa zat yang memiliki sifat antioksidan adalah flavonoid, polifenol, beta karoten, lutein, likopen, selenium, zinc, antosianin (zat warna pada buah dan sayur), serta vitamin A, C, dan E.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa vitamin D juga diduga memiliki efek antioksidan, namun hal ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut.
Sumber Antioksidan Alami

Antioksidan secara alami bisa Anda peroleh dari buah, sayur, kacang-kacangan, dan tanaman herbal, seperti keladi tikus. Selain itu, daging tanpa lemak dan ikan juga mengandung antioksidan, namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan rumput laut atau makanan laut selain ikan.

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan sumber antioksidan:

1. Mangga

Buah bewarna kuning ini banyak mengandung antioksidan polifenol, beta karoten, serat, dan vitamin C. Kandungan nutrisi yang ada pada mangga tersebut bisa meningkatkan kekebalan tubuh, membantu penyerapan zat besi, dan baik untuk pencernaan.
2. Stroberi

Stroberi yang memiliki warna merah cerah mengandung antosianin yang tinggi. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kandungan antosianin ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung, dengan menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
3. Bayam

Bayam mengandung berbagai nutrisi dan antioksidan yang cukup tinggi, serta berkalori rendah. Sayur ini merupakan salah satu sumber lutein dan zeaxanthin terbaik, yang berfungsi untuk melindungi mata dari radikal bebas.
4. Teh dan kopi

Tidak hanya nikmat dikonsumsi, teh dan kopi juga mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan. Kedua minuman ini mengandung flavonoid dan polifenol yang bisa membantu melawan kanker serta mencegah penyumbatan pembuluh darah arteri. Kafein yang terdapat pada minuman ini juga dapat membantu mencegah kepikunan.
5. Cokelat hitam (dark chocolate)

Bagi Anda pecinta cokelat, rutinlah mengonsumsi cokelat hitam, sebab cokelat jenis ini mengandung mineral dan antioksidan yang tinggi. Antioksidan yang terkandung dalam cokelat hitam dipercaya mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan peradangan.
6. Makanan laut dan biji-bijian

Makanan laut, seperti kerang dan rumput laut, serta biji-bijian mengandung antioksidan selenium dan zinc. Zat ini memiliki peranan yang penting dalam proses metabolisme tubuh dan mencegah dampak buruk akibat radikal bebas.
Antioksidan Dalam Bentuk Suplemen

Antioksidan buatan tersedia dalam bentuk suplemen makanan. Suplemen ini bekerja seperti antioksidan alami yang mampu mencegah kerusakan akibat radikal bebas dan menangkal penyakit. Kendati baik untuk kesehatan, mengonsumsi suplemen antioksidan dengan dosis yang tinggi juga bisa berisiko bagi kesehatan. Berikut adalah penjelasannya:

Terlalu banyak mengonsumsi suplemen yang mengandung beta karoten diduga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru bagi para perokok,
Vitamin E yang dikonsumsi dengan dosis tinggi bisa meningkatkan risiko terkena kanker prostat dan stroke.
Suplemen antioksidan yang mengandung vitamin larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi berlebihan.

Guna memperoleh manfaat antioksidan, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi makanan yang kaya akan zat ini setiap hari. Namun jika Anda ingin menggunakan suplemen antioksidan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dokter akan menyarankan jenis suplemen antioksidan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, beserta dosis yang tepat.

Madu

Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Madu merupakan salah satu produk alami yang digemari karena rasanya yang manis. Ada berbagai macam jenis madu dengan rasa, aroma, dan warna yang bervariasi. Salah satu jenis madu yang cukup terkenal adalah clover honey.

Madu jenis ini berwarna kuning muda, memiliki wangi seperti bunga, dan rasanya lebih ringan dari madu jenis lainnya. Di samping gula, clover honey juga mengandung protein (asam amino), vitamin, mineral, enzim, dan asam fenolat (phenolic acid) yang merupakan antioksidan.
Manfaat Clover Honey bagi Kesehatan

Selain digunakan sebagai pemanis dalam masakan atau minuman, clover honey juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti:

1. Menyembuhan luka dan gangguan kulit

Komponen antiradang dan antibakteri yang terkandung dalam clover honey dapat mengurangi peradangan pada luka, mempercepat pertumbuhan jaringan kulit baru, dan membantu membersihkan luka.

Selain itu, clover honey juga diduga dapat meringankan gejala dermatitis atau eksim, serta membantu mengatasi infeksi bakteri pada kulit.

2. Meredakan gejala flu

Mengonsumsi 1-2 sendok teh madu murni atau clover honey yang dicampurkan ke dalam teh hangat dapat meringankan gejala flu, seperti pilek, batuk, dan sakit tenggorokan.

Manfaat ini kemungkinan berkat kandungan antioksidan, antiradang, dan antibakteri di dalamnya. Selain itu, clover honey juga diyakini dapat memperkuat daya tahan tubuh, sehingga dapat membantu meredakan gejala flu.

3. Memelihara kesehatan gigi dan mulut

Clover honey memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kandungan antibakteri, antiradang, dan antioksidan pada madu ini diduga dapat membantu menghambat pertumbuhan kuman di gigi dan gusi, mencegah peradangan pada gusi, dan menghambat pembentukan plak pada gigi.

4. Menjaga kesehatan jantung

Clover honey banyak mengandung flavanoid dan asam fenolat yang memiliki sifat antiradang dan antioksidan. Kandungan ini juga dipercaya dapat menjaga kesehatan jantung serta menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

5. Meredakan gangguan saluran cerna dan sebagai prebiotik

Mengonsumsi 1-2 sendok teh madu disebut dapat meredakan nyeri perut dan membantu proses penyembuhan gangguan pencernaan, seperti diare dan tukak lambung.

Selain itu, kandungan gula pada madu, termasuk clover honey, juga berperan sebagai prebiotik dalam saluran cerna. Efek ini baik untuk membantu pertumbuhan bakteri baik dan melancarkan sistem pencernaan.

Clover honey ternyata memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan yang tidak kalah dari madu jenis lainnya. Akan tetapi, beberapa manfaat tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.

Meski memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, konsumsi clover honey tidak boleh berlebihan, terutama pada penderita diabetes, karena kandungan gulanya yang cukup tinggi. Selain itu, semua jenis madu, termasuk clover honey, sebaiknya tidak diberikan kepada bayi atau anak berusia di bawah 1 tahun, untuk menghindari risiko keracunan botulisme.

Mata

Apakah Mata Anda Sering Mudah Rabun ?

Saat mata Anda terasa lelah, tegang, serta pandangan menjadi kabur pasca bekerja intens dan dalam waktu yang lama, maka kemungkinan besar Anda sedang mengalami Astenopia. Astenopia, atau eye strain, adalah kondisi yang terjadi ketika mata mengalami kelelahan setelah beraktivitas secara berlebihan.

Kondisi ini memang seringkali bukanlah keadaan yang serius, dan dapat menghilang dengan istirahat. Namun kondisi ini dapat begitu mengesalkan karena menurunkan produktivitas seseorang. Astenopia terjadi akibat ketegangan dari otot mata. Keadaan ini diketahui dapat menyebabkan kecapekan, kesulitan berkonsentrasi, hingga nyeri kepala.

Apakah Anda merasa pernah mengalami hal tersebut? Cocokkanlah dengan gejala-gejala dibawah ini, yaitu gejala yang sering timbul pada kondisi astenopia:

  • Rasa kelelahan
  • Nyeri mata
  • Nyeri di sekeliling mata
  • Pandangan kabur
  • Pandangan ganda
  • Nyeri kepala
  • Rasa panas dan terbakar pada mata
  • Mata berair
  • Mata kering
  • Rasa silau pada mata

Selain gejala-gejala tersebut, bagi pengguna komputer biasanya terdapat beberapa gejala tambahan, yaitu selengkapnya pada halaman selanjutnya:

Mata Sering Mudah Rabun Saat Lihat HP dan Membaca?

Selain gejala-gejala tersebut, bagi pengguna komputer biasanya terdapat beberapa gejala tambahan, yaitu:

  • Sulit memfokuskan pandangan saat berganti membaca dari kertas ke layar monitor
  • Seakan-akan melihat gambaran serupa (after image) pasca mengalihkan pandangan dari layar monitor

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul setelah penggunaan komputer dalam jangka panjang, setelah lama membaca (terutama saat membaca dalam penerangan redup), atau setelah melakukan aktivitas lain yang melibatkan banyak aktivitas penglihatan. Saat ini, penyebab tersering mata tegang adalah pemakaian komputer berlebihan (Computer Vision Syndrome). Selain itu, pengaruh lingkungan, kurang seringnya mengedip, berada di situasi dengan pencahayaan kurang dalam waktu lama, gangguan penglihatan yang tidak dikoreksi (minus atau plus yang tidak diobati), dll juga memiliki peranan besar dalam kejadian astenopia. Semakin banyaknya penggunaan peralatan elektronik yang berbasis layar monitor (salah satunya telepon genggam), juga diperkirakan akan meningkatkan jumlah penderita masalah ini.

Astenopia menarik minat banyak peneliti untuk melakukan studi karena hal ini berkaitan dengan keselamatan okupasional. Sejak tahun 2000, berbagai studi epidemiologis telah mengungkapkan banyak faktor penting yang dapat memicu kelelahan mata. Beberapa studi yang melibatkan 6000 orang, melaporkan bahwa beberapa faktor berikut menjadi penyebab utama, yaitu posisi kerja (ergonomis) yang buruk, penerangan yang tidak mencukupi, serta gangguan penglihatan yang tidak dikoreksi.

Saat Anda mengalami astenopia, aktivitas Anda otomatis akan terganggu. Selain nyeri kepala dan sulit berkonsentrasi, dapat muncul berbagai gejala mata kering yang tentunya menurunkan motivasi untuk melanjutkan produktivitas.

Tentunya tidak ada yang ingin mengalami mata tegang. Oleh sebab itu, hal utama yang harus dicapai adalah merubah kebiasaan yang tidak baik dan mengusahakan lingkungan yang nyaman untuk mata Anda selama beraktivitas. Jangan bekerja menggunakan komputer/ laptop secara berlebihan. Saat beraktivitas terutama yang membutuhkan fokus tinggi mata, hindari melihat terlalu dekat (sebaiknya lebih dari 30-45 cm). Ambil waktu untuk mengistirahatkan mata secara rutin, bila memungkinkan setiap 45 menit hingga 1 jam beraktivitas. Lakukan dengan mengalihkan pandangan dari komputer atau buku selama 5 menit, contohnya dengan cara melakukan pandangan jauh (misalnya melihat jauh keluar jendela) atau dengan menutup mata selama 30 detik. Hal tersebut dapat mengurangi ketegangan dari mata Anda.

Bagi Anda yang sebelumnya telah memiliki masalah mata kering, maka kondisi ini akan memperberat gejala tersebut. Selain mengistirahatkan mata secara teratur, Anda dapat menggunakan air mata buatan atau berbagai bentuk lubrikan khusus mata untuk melembabkan mata. Pastikan Anda memilih air mata buatan yang tidak mengandung pengawet. Selain itu, sebisa mungkin jangan beraktivitas di ruangan yang memiliki suhu terlalu dingin. Sesungguhnya, berkonsentrasi dan memfokuskan diri untuk melihat sesuatu seringkali mengakibatkan Anda jarang berkedip, dan kurangnya berkedip akan mengurangi penyebaran air mata yang berguna untuk melembabkan mata Anda. Oleh sebab itu, seringlah berkedip ketika Anda melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dari penglihatan Anda.

Bila Anda memiliki masalah rabun jauh (“mata minus”) atau rabun dekat (“mata plus”) yang tidak diobati, sementara Anda sering mengalami masalah mata tegang, maka ini saatnya untuk mengoreksi kelainan tersebut dengan kacamata sebab gangguan tersebut memiliki pengaruh dalam terjadinya mata tegang.

Demikianlah hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk dapat mencegah terjadinya mata tegang atau astenopia. Bila Anda mampu menghindari terjadinya kondisi tersebut, produktivitas Anda tidak akan terganggu dan Anda mampu melanjutkan aktivitas dengan baik dan optimal.

Payudara Bengkak Saat Menyusui

Cara Mengatasi Payudara Bengkak Saat Menyusui

Payudara merupakan sumber ASI terbaik yang dimiliki oleh seorang ibu. Tetapi, proses menyusui tak selamanya berjalan mulus. Terkadang saat menyusui muncul keluhan puting lecet bahkan payudara bengkak yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, bahkan rasa nyeri pada payudara.

Munculnya kondisi ini saat proses menyusui dapat memengaruhi tingkat percaya diri ibu karena takut bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup.

Penyebab payudara menjadi bengkak

Payudara bengkak pada saat menyusui dapat dialami sewaktu-waktu. Umumnya pembengkakan pada payudara disebabkan oleh tersumbatnya saluran ASI. Saluran ASI dapat tersumbat karena tidak terjadi pengosongan payudara yang baik pada saat proses menyusui.

Pengosongan payudara yang tidak baik dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kurang baiknya perlekatan bayi dalam menyusui, tidak teraturnya jam menyusui, proses penyapihan atau penghentian ASI pada bayi, ibu sedang sakit, stres atau adanya tekanan psikologi pada ibu.

Selain itu, penggunaan baju atau bra yang terlalu ketat juga dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada jaringan payudara, yang dapat menyebabkan saluran air susu tersumbat.
Gejala lain yang mungkin timbul

Selain merasakan payudara bengkak di salah satu sisi maupun keduanya, pada saat meraba Anda dapat merasakan adanya beberapa benjolan kecil yang keras dan nyeri. Namun, tidak perlu panik. Karena benjolan kecil ini umumnya merupakan tanda dari saluran ASI yang tersumbat.

Tetapi apabila keadaan payudara bengkak ini dibiarkan dan tidak diatasi dengan baik, maka dapat terjadi infeksi pada saluran ASI atau sering disebut dengan mastitis.

Mastitis muncul dengan gejala demam, nyeri pada seluruh badan, bengkak pada payudara, kemerahan serta teraba hangat di sekitar payudara. Pada kondisi berat, kelenjar getah bening di sekitar ketiak dapat membesar dan bahkan dapat menyebabkan timbul abses atau kantung nanah di dalam jaringan payudara.

Tips mengatasi payudara bengkak

Apabila Anda mengalami kondisi ini, jangan panik. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan payudara bengkak saat menyusui, antara lain :

Gunakan baju atau bra yang nyaman

Hindari menggunakan baju atau bra yang terlalu ketat karena dapat menekan jaringan payudara. Sementara ini, lebih baik menggunakan baju atau bra yang longgar.

Jangan berhenti untuk menyusui bayi

Berhenti menyusui bayi justru membuat keadaan lebih buruk. Meski terasa tidak nyaman, Anda tetap harus menyusui bayi sesuai dengan jadwal, setidaknya setiap 3-4 jam sekali. Hal ini akan membantu membuka saluran ASI yang tersumbat.

Mulailah menyusui pada payudara yang sakit atau yang bengkak. Karena isapan bayi yang pertama kali pada payudara akan lebih kuat, sehingga kemungkinan besar dapat membuka saluran ASI yang tersumbat.

Perhatikan posisi menyusui Anda

Pada keadaan ini, posisi menyusui perlu Anda perhatikan. Tak jarang Anda harus melakukan posisi layaknya akrobat saat menyusui.

Salah satu posisi yang diyakini dapat membantu melancarkan aliran ASI yang tersumbat adalah dengan memposisikan dagu bayi ke arah yang sakit dan membiarkan bayi melakukan perlekatan untuk menyusui. Selain itu, Anda juga dapat mencoba posisi menyusui lainnya seperti posisi cradle atau football hold.

Pompa atau perah ASI jika diperlukan

Apabila si Kecil hanya ingin minum ASI dalam waktu yang sebentar saja sedangkan produksi ASI memang berlimpah, Anda masih tetap bisa melakukan pengosongan payudara dengan menggunakan pompa atau memerah ASI dengan tangan

Baik menggunakan pompa atau memerah secara manual dapat membantu melancarkan saluran yang tersumbat.

Pijat payudara

Pemijatan payudara dapat dilakukan untuk membantu melancarkan saluran yang tersumbat. Lakukan pijat payudara dengan lembut, sebelum dan selama proses menyusui berlangsung.

Anda dapat memijat payudara yang bengkak dengan gerakan memutar di bagian payudara yang sakit menggunakan jari-jari tangan. Jika diperlukan, gunakan juga minyak khusus untuk payudara seperti minyak zaitun untuk mempermudah gerakan pijatan.

Kompres dan mandi air hangat

Selain membantu membuka saluran ASI, air hangat juga dapat membantu mengurangi bengkak dan rasa yang tidak nyaman pada payudara. Hindari menggunakan air yang bersuhu terlalu panas karena dapat membuat kulit sekitar payudara menjadi iritasi atau melepuh.

Anda dapat mengompres payudara yang sakit selama 10-15 menit dengan menggunakan handuk kecil.

Melengkapi kebutuhan nutrisi dan istirahat

Selain melakukan cara-cara tersebut, jangan melupakan juga waktu beristirahat dan tetap memenuhi kecukupan gizi Anda sehari-hari. Usahakan pula untuk mengonsumsi air putih setidaknya 10 gelas dalam sehari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Konsumsi obat

Obat antinyeri seperti parasetamol maupun ibuprofen umumnya dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui. Tetapi, apabila keluhan tidak berkurang akan lebih baik jika Anda memeriksakan diri ke dokter.

Payudara yang bengkak tentu sangat mengganggu proses menyusui. Oleh sebab itu, jika kondisi ini terjadi, lakukan pengosongan payudara secara rutin agar saluran air susu kembali terbuka. Jika keluhan payudara bengkak tidak membaik dan berubah menjadi mastitis, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai.

Makanan Empedu

Makanan Yang Tepat Untuk Penderita Batu Empedu

Kantung empedu adalah organ berukuran kecil yang terletak di belakang hati. Fungsinya adalah untuk menampung cairan empedu yang diproduksi oleh hati. Ketika makanan masuk ke dalam usus, kantung empedu akan menyalurkan cairan empedu ke usus untuk membantu pencernaan lemak.

Saat terbentuk batu di dalam kantung empedu, keluarnya cairan empedu dapat terhambat, sehingga menimbulkan gejala batu empedu, seperti sakit perut, kembung, mual, dan muntah.

Pembentukan batu empedu lebih berisiko terjadi pada orang yang sering mengonsumsi makanan berlemak, menderita obesitas, sering merokok, memiliki kolesterol tinggi, atau mengalami penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat. Selain itu, wanita hamil, orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu (misalnya pil KB), atau penderita penyakit hati juga lebih berisiko terkena batu empedu.
Makanan yang Baik untuk Batu Empedu

Batu empedu bisa ditangani dengan penggunaan obat-obatan maupun dengan operasi. Tidak ada diet atau pola makan tertentu yang dapat menghilangkan batu empedu. Akan tetapi, konsumsi makanan-makanan berikut ini dapat meringankan gejala batu empedu dan mencegah pembentukannya di kemudian hari:

1. Sayuran dan buah-buahan

Penderita batu empedu disarankan untuk memperbanyak asupan serat yang bisa diperoleh dari sayuran dan buah-buahan. Selain kaya akan serat, kedua jenis makanan ini juga banyak mengandung antioksidan, magnesium, dan vitamin C yang diduga dapat mencegah pembentukan batu empedu.

2. Whole grains

Whole grains atau biji-bijian utuh juga merupakan kelompok makanan yang baik untuk batu empedu. Makanan yang termasuk whole grains ini meliputi gandum, jelai, oat, nasi coklat, dan sereal.

3. Minyak ikan dan minyak zaitun

Minyak ikan yang kaya omega-3 dapat membantu mengurangi risiko timbulnya batu empedu. Konsumsi minyak ikan dan minyak zaitun juga dapat membantu pengosongan kantung empedu secara sehat dan teratur.

4. Daging rendah lemak

Daging merah yang tinggi lemak umumnya bukan merupakan makanan yang baik bagi penderita batu empedu. Oleh karena itu, gantilah daging merah dengan daging ayam tanpa kulit atau ikan, karena kedua jenis makanan ini mengandung lemak yang lebih sedikit.

5. Makanan lainnya

Makanan lain yang juga baik untuk meringankan dan mencegah batu empedu adalah tahu, tempe, kacang-kacangan, serta susu dan produk olahannya (misalnya yoghurt). Namun, susu yang dikonsumsi harus rendah lemak.

Meskipun makanan-makanan tersebut aman untuk dikonsumsi, Anda tidak disarankan untuk menyantapnya dalam porsi besar sekaligus. Hal itu dapat menimbulkan rasa kembung yang justru memperparah gejala batu empedu. Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.

Berhati-hatilah juga dalam mengonsumsi sayuran yang banyak mengandung gas, seperti brokoli dan kubis, karena sayuran tersebut dapat membuat perut kembung.

Makanan yang Buruk untuk Batu Empedu

Makanan yang tinggi lemak trans, lemak jenuh, dan kolesterol sebaiknya dihindari. Ketika kandungan kolesterol di dalam cairan empedu tinggi, maka kolesterol tersebut bisa mengendap dan menyebabkan terbentuknya batu empedu. Contoh makanan yang buruk bagi penderita batu empedu adalah:

Daging olahan dan daging merah yang tinggi lemak

Bacon, sosis, ham, burger, dan kulit ayam banyak mengandung lemak jenuh, apalagi bila dimasak dengan cara digoreng. Makanan ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu dan memperburuk gejala batu empedu yang sudah ada.

Gorengan

Makanan yang diolah dengan cara digoreng, seperti kentang goreng, keripik kentang, dan ayam goreng, serta masakan bersantan tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita batu empedu. Hal ini karena jenis makanan tersebut banyak mengandung lemak dan minyak, sehingga dapat memperparah gejala batu empedu.

Gula olahan

Gula olahan banyak terkandung dalam kue, donat, cokelat, dan soft drink. Penelitian menunjukkan bahwa jenis makanan dan minuman tersebut dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.

Selain makanan di atas, susu atau produk olahan susu yang tinggi lemak, seperti es krim, keju, dan mentega, juga sebaiknya dibatasi oleh orang yang menderita batu empedu.

Memilih makanan yang tepat untuk penderita batu empedu dapat meringankan gejala dan mencegah penyakit ini muncul kembali. Namun jika gejala batu empedu masih juga kambuh atau bahkan bertambah parah, misalnya muncul nyeri yang hebat di bagian perut kanan atas atau perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning (sakit kuning), segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Menstruasi Cup

Ketahui Resiko Memakai Menstruasi Cup

Sebagian besar wanita Indonesia memang menggunakan pembalut atau tampon saat haid. Tapi, kini beberapa juga sudah mencoba memakai menstrual cup yang dianggap lebih menyehatkan. Tapi, benarkah penggunaannya tanpa risiko?

Menstrual cup sendiri sebetulnya sudah cukup lama ditemukan dan populer di Amerika Serikat. Produk tersebut aat ini sudah bisa didapatkan dengan cukup mudah di Indonesia.

Cara kerja menstrual cup sedikit berbeda jika dibandingkan dengan produk pembalut atau tampon. Menstrual cup bekerja tidak dengan cara menyerap darah haid, melainkan menampungnya pada wadah yang terbuat dari silikon atau karet.

Meski begitu, alat ini mampu menampung jumlah cairan yang lebih banyak hingga dua kali lipat, sehingga menjadi lebih ekonomis untuk penggunaan jangka panjang.
Risiko dan keamanan menstrual cup

Terkait dengan tingkat keamanan saat digunakan, beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji menstrual cup ini di Eropa, Amerika Utara dan Afrika.

Dari berbagai penelitian, tidak ada peningkatan risiko infeksi pada saluran reproduksi seperti infeksi jamur pada penggunaan menstrual cup jika dibandingkan dengan penggunaan produk menstruasi lainnya.

Secara keseluruhan, hasil berbagai studi menunjukkan bahwa produk ini aman untuk digunakan dan tidak meningkatkan risiko berkembangnya infeksi atas bakteri tertentu, terutama jika dibandingkan dengan produk kebersihan wanita lainnya.

Meski begitu, para dokter tetap menyarankan untuk memperlakukan produk menstrual cup sama halnya dengan pembalut atau tampon, yaitu dengan mencucinya secara teratur paling tidak setiap 8 jam. Caranya cukup dengan dibilas menggunakan air atau menggunakan air mendidih jika Anda ingin mensterilkannya.

Agar lebih aman, pelajari terlebih dahulu mengenai spesifikasi produk dan tiap merek, apakah bisa disteril dengan menggunakan suhu yang tinggi.

Meskipun dianggap aman, peneliti sepakat bahwa jumlah penelitian yang telah dilakukan hingga saat ini dianggap masih belum cukup. Diperlukan beberapa penelitian lanjutan di masa depan untuk semakin memperkuat analisa tingkat keamanan produk ini.

Hal ini dikarenakan beberapa dugaan belum mampu dijawab oleh penelitian yang sudah dilakukan.

Jurnal yang dipublikasikan The Lancet Public Health misalnya, menyoroti aspek yang perlu diteliti lebih lanjut terkait dengan Toxic Shock Syndrome (TSS) yang merupakan suatu kondisi langka yang mampu mengancam jiwa pengguna tampon.

Suatu kondisi yang berpotensi muncul jika wanita tidak menjaga kebersihannya dengan baik, sehingga memunculkan Staphylococcus aureus atau bakteri yang dapat memproduksi racun. Para peneliti sempat mengidentifikasi lima kasus TSS yang terjadi.

Kondisi ini muncul ketika bakteri tersebut tumbuh dengan cepat di saluran vagina dan menghasilkan racun berbahaya. Tetapi karena tidak jelas berapa banyak wanita yang menggunakan menstrual cup secara keseluruhan, para peneliti tidak dapat membandingkan korelasi TSS dengan pengguna produk tersebut.

Begitu juga dengan wanita yang sedang menjalankan program KB menggunakan alat kontrasepsi yang terpasang di dalam rahim, dikhawatirkan penggunaan produk menstrual cup akan merubah posisi alat kontrasepsi tersebut.

Teridentifikasi 13 kasus wanita dengan alat kontrasepsi tersebut yang terlepas ketika mereka menggunakan menstrual cup. Tingkat kejadian ini tergolong cukup tinggi.

Meskipun hal ini baru sebatas dugaan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah kombinasi penggunaan keduanya cukup aman untuk digunakan.

Tentunya, setiap alternatif alat dan bahan memiliki kelebihan, kekurangan – bahkan risikonya masing-masing – tak terkecuali memakai menstrual cup. Jika Anda memilih untuk beralih menggunakannya sebagai pendamping masa haid, pilih produk yang telah lulus uji dan perhatikan cara penggunaan, penyimpanan, serta membersihkannya. Pastikan Anda membeli produk yang berkualitas dan aman bagi kesehatan.

Telur

Penderita Kolesterol Wajib Batasi Makan Telur

Banyak yang mempertanyakan apakah penderita kolesterol benar-benar tidak boleh makan telur? Pertanyaan tersebut muncul dikarenakan tingginya kandungan kolesterol yang terdapat dalam telur dipercaya bisa meningkatkan risiko orang dengan kolesterol tinggi terkena penyakit jantung. Untuk mengetahui faktanya, simak penjelasan berikut.

Telur memang sulit dilepaskan dari menu makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Selain karena memiliki rasa yang nikmat, harganya yang murah, dan mudah diolah, telur juga diperkaya nutrisi-nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti protein, vitamin A, vitamin B, folat, vitamin D, mineral, seperti zat besi, kalium, kalsium, dan zinc.

Meski bernutrisi tinggi, telur juga mengandung kolesterol yang tinggi. Dalam satu butir telur, terdapat sekitar 185-200 mg kolesterol. Hal inilah yang membuat sebagian orang enggan mengonsumsi telur karena khawatir terkena kolesterol tinggi.

Menderita kondisi ini akan menuntut penderitanya mematuhi banyak hal, termasuk harus berhati-hati dalam memilih makanan. Tanpa pengaturan pola makan yang baik, kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko muncunya komplikasi serius berupa penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.
Bolehkah Penderita Kolesterol Makan Telur?

Jawabannya adalah boleh, asalkan telur tidak dikonsumsi terlalu banyak. Sebagian besar kolesterol dalam telur terkandung di dalam kuning telur, sementara kandungan kolesterol pada bagian putihnya tergolong rendah.

Namun karena kolesterol dalam telur itu dianggap berbahaya, maka tak sedikit penderita kolesterol tinggi yang takut mengonsumsi telur. Salah satu alasannya adalah karena tingginya kandungan kolesterol di dalam telur diyakini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terlebih bagi orang yang sudah memiliki kolesterol tinggi.

Padahal kenyatannya, hal tersebut belum tentu benar. Kadar kolesterol dalam darah tidak begitu dipengaruhi oleh kolesterol yang didapat dari konsumsi telur semata. Yang justru lebih memengaruhi kadar kolesterol dalam darah adalah kebiasaan mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans yang banyak terkandung di makanan berikut:

  • Daging berlemak
    Keju
    Mentega
    Es krim
    Kulit ayam
    Jeroan

Beberapa penelitian bahkan menjelaskan bahwa mengonsumsi telur tidak lebih dari 4-5 butir setiap minggunya masih aman bagi orang yang memiliki kolesterol tinggi. Bila masih khawatir, penderita kolesterol tinggi bisa mengonsumsi bagian putih telurnya saja yang terbukti rendah kolesterol.
Makanan yang Baik untuk Kolesterol Tinggi

Mengonsumsi telur masih tergolong aman bagi penderita kolesterol tinggi. Namun, akan lebih baik jika konsumsi telur disertai dengan pola makan sehat dan asupan makanan bergizi lain yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, yaitu:

Buah-buahan, seperti alpukat, apel, anggur, jeruk, dan stroberi.
Sayur-sayuran, seperti bayam, sawi, timun, wortel, bawang, dan okra.
Kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai, almond, dan kacang tanah.
Biji-bijian, seperti chia seed dan flaxseed.
Makanan yang banyak mengandung omega-3, seperti ikan laut, kerang, serta kacang dan biji-bijian.
Dark chocolate atau coklat hitam.

Untuk menentukan jenis makanan apa saja yang baik Anda konsumsi untuk menjaga kadar kolesterol dalam darah, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gizi. Selain menerapkan pola makan sehat, pastikan juga untuk rutin melakukan pemeriksaan kadar kolesterol sesuai anjuran dokter.